
Hello, and stay safe guys!
Jadi seperti yang udah kita tahu, Covid-19 udah merajalela di seluruh dunia. Wabah yang sangat buruk, buatku. Penyebarannya ga main-main. Lewat udara, sentuhan, bersin, batuk, yang bahkan ga bisa ditangkis dengan masker doang. Jadi kemana-mana harus berbekal disinfektan dan handsanitizer.
Buruknya adalah, Indonesia sangat lambat buat menanganinya. Belum lagi dengan rakyatnya yang Maha 2Lol. Disuruh karantina atau stay at home malah keliaran, entah arisan, nongkrong, atau sekedar bandel. Kerja, okelah. Tapi ini? Sengaja banget nantangin wabah?
Pas sekalinya udah banyak yang kena, malah chaos. Ga ada akal. Lalu berujung nyalahin pemerintah, yang notabene sia-sia. Udah tau terkadang pemerintah lemot buat nanganin sesuatu, ini rakyatnya malah berlagak kalau pemerintahnya tuh kayak Kim Jong Un--cepat, cekatan, dan tanpa sisa.
Akibatnya, kuliah terlantar, meski bisa online. Tapi beda masalahnya kalau itu kampusku, 11-12 sama pemerintah, sama-sama lemot. Aku bakal nyeritain masalah kampusku di post selanjutnya, entah kapan. Belum lagi dengan SBMPTN yang ditunda, argh-
Sekarang pindah kasus ke kampusku. Dari kemarin-kemarin, kampusku ini semacam menganggap Covid-19 remeh, ya? Kuliah tetap masuk, face to face. Aneh. Padahal STIKes lain sudah memberikan surat edaran untuk mahasiswa agar kembali ke rumah masing-masing. Bodohnya kampusku adalah dia gak memberi izin sampai kondisi udah runyam, chaos, dan banyak kasus.

Aku, yang berasal dari Bogor, jelas ga suka. Dude, Bogor udah jadi zona merah, dikasih peringatan siaga, dan sekarang aku disuruh pulang? Dammit.
Masalahnya adalah, ini salahku sih, aku ga punya stok APD apapun, baik itu masker, handsanitizer, ataupun disinfektan. Akibatnya, aku jadi kelabakan pas disuruh balik. Aku ga mau balik, karena memikirkan orangtuaku yang sudah berumur. Tapi di sisi lain, aku harus balik, supaya ayahku yang bekerja sebagai dokter tidak keberatan dalam hal finansial (a.k.a menghidupi aku yang di DIY).
Keputusan keluargaku adalah, ketika aku sampe di rumah, ayahku memutuskan untuk berhenti bekerja sementara, dengan alasan keterbatasan APD. Man, my pops dont have any mask, jadi apa yang kalian harapkan?
Akhirnya aku memutuskan untuk balik dengan kakakku. At first, kakakku ga mau balik, namun ketika orangtuaku memaksa, akhirnya dia mau. Kami bakal balik dengan bus RI. Dan aku juga buat perjanjian dengan orangtuaku, yaitu:
- Aku dan kakakku akan mengisolasi diri selama 14 hari di rumah yang berbeda dengan orangtuaku.
- Apapun yang terjadi, orangtuaku tak boleh sekalipun menjenguk kami. Atau keluarga yang lain.
- Ayahku akan berhenti bekerja untuk sementara waktu agar menjaga kesehatannya.
Intinya, yha, tetap di rumahmu (kecuali kamu punya alasan penting untuk keluar, ie. bahan makananmu habis atau kau diusir oleh kampusmu, haha) dan mari hentikan penyebaran wabah mengerikan ini.
Jangan anggap main-main.
Terimakasih, aku pamit undur diri.