C a n d y r o l l

can I share my thoughts here?


Siang!

I wrote this in broad daylight during class because I am done with my assignment so I had nothing to do other than observing others. Masih kelanjutan dari Clara, Yi Ra, dan satu temanku yang nge-crush sama Yi Ra, sebut saja Rafi. Rafi cewek ya btw, dan seperti biasa, nama disamarkan~

Disclaimer dulu sekiranya aku bakal kena flame di masa mendatang karena tulisanku di hari ini, aku tentunya bukan expert cinta. Bukan pula orang yang jago membaca sikap atau ucapan orang lain dan menginterpretasikan dengan akurat. Aku cuma orang sok tahu (HAHAHA) yang punya imajinasi dan tingkat kesuudzonan tinggi. Dan maaf kalau aku bakal pakai bahasa Jaksel alias bakal banyak campur-campur antara Indo dan Inggris wkwkwk.

So first thing first, Clara pernah bilang kalau dia nggak suka sama sekali sama Yi Ra. Well that's acceptable, at least until one day when something happened between my friends. Katakanlah Yi Ra ini punya banyak fans, orang yang naksir sama dia, whatever you call that. Salah satunya adalah Rafi.

Dan guweh!

One day, Chris, sebut saja soulmate-nya Yi Ra meski sama-sama cowok, bilang ke Clara bahwasannya!!! Orang-orang!!! Mengira!!! Clara sedang PDKT dengan Yi Ra!!!

And that fact somewhat connects all the dots that have been swimming around my head.

Forget the fact that it might be a coincidence that Yi Ra joined English Class instead of Indonesian Class. I don't really know how phrase it well but the way I see it, Clara is, uh you know, like to make Yi Ra involved in almost every thing she did. Not to mention both of them are mostly in the same group in any assignment.

That's kinda impressive if I could say.

Awalnya, tiap kali Clara cerita tentang pengalamannya dengan Yi Ra ke aku dan Rafi, aku menganggepnya sebagai sesuatu yang lucu dan wholesome. Tapi setelah mengetahui rumor tersebut, duar! Kayak tembok yang selama ini ada di hadapanku tiba-tiba dibom oleh pencerahan!

Now I see it as something that Clara does not even realize herself. Mungkin dia seneng ketika ngalamin hal-hal itu? Jadi dia menceritakannya ke dunia, ke keluarganya, to the point that her family support their relationship.

Kayaknya aku yang terlalu suudzon. Tapi aku juga ngerasa bersalah kalau suudzon doang ke Clara. Tapi GIMANA YHA. Masalahnya, meski ya ini bukan masalahku juga and I do know that I really should mind my own business, aku nggak bisa nggak ngerasa awkward ke Rafi yang suka pertama kali ke Yi Ra.

Yes indeed feeling can't be controlled and it's not like Rafi is officially dating Yi Ra. It's just ... the way she acts, talks, and smiles without realizing how much she herself wanted to be with him. How she always sit beside Yi Ra in every time possible.

... yet she said that she does not like him.

Oh my God.

"Let's ask Yi Ra's opinion!"

"Chris, tell Yi Ra what should I do."

"Yi Ra! It must be you! You're the only one who did this."

"Godness Yi Ra, what did you do?"

It's always him and it's so fucking obvious I can throw up off disgust.

Yi Ra sendiri keliatannya udah terbiasa sama kejadian kayak gini. Well can't blame him tho. He's that charming lol.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Selamat malam semuanya!

Kemarin adalah jadwal MK Dietetik, lebih tepatnya praktikum sih. Jadi kita bakal disuruh ke lab buat masak makanan yang udah kita rancang di minggu kemarin (pas cerita di kontrakan itu, lho). Nah hari ini aku masak, lebih tepatnya Riq yang masak sih HAHAHA. Aku ga masak sama sekali, sorry.

Terus pas beres-beres, aku ngobrol sama Dyhan dan Clara, mereka asal Lampung tuh. Awalnya, aku sama Clara kayak sokab sama Dyhan. Tapi dia ini, seperti biasa, expresionless. Disapa gimana pun tetep gitu aja mukanya >:(.

Clara bilang, "Coba sekali-kali kamu senyum gitu Dyhan kalo disapa, menjadi contoh kating yang baik." Kurang lebih gitu. Aku agak lupa hehe.

Tiba-tiba si Dyhan ini bales kayak gini, "Oh, kalo gitu coba."

Awalnya aku ga ngeh dia ngomong gitu ke aku. Terus aku coba deh, "Halo Dyhan." sambil senyum manis sok iye padahal ketutupan masker awikwok.

Dan kalian tahu apa?! Yak betul, Dyhantiba-tiba bales sambil senyum, "Iya halo juga." 

God gorgeous.

Syok, pasti. Lebay, pasti. Overreact, tentu saja. Ibaratnya meleyot in real life, aku langsung ketawa dan runtuh (anjay). Sebenernya aku ngerasa lebay banget sih sama sikapku. Tapi aku bener-bener ga nyangka dia bakal ngelakuin itu. Kirain dia bakal becanda kayak biasa, nyuruh nyobain tapi ujung-ujungnya ga senyum.

Aduh, jadi kepikiran. Apa lebay banget ya sikapku? Apa si Dyhan sama Clara ilfil ya? Apa aku bersikap salah dan ga etis? Apa aku keliatan banget attention seeker?


This turned out wrong rather quick lol.

Agaknya langsung overthinking ya. Sejujurnya selama ini aku selalu mikirin ini sih. While listening to exile by Taylor Swift, aku kepikiran apakah sikapku hari ini udah bener. Apakah aku terlalu ngerepotin Thor sama Je? Apakah sebenernya semua orang kasian aja sama aku jadi mereka mau jadiin aku temen?

I suck, at everything to be exact. I cant do anything "great", it's all just so-so. I cant create a good design, concept, anything. As if I was not creative from the beginning at all. I cant use English well. My grammar suck more than my life.

I really, really hate myself. I thought I'm doing good enough, but at the same time I dont. I thought everyone is my friend, yet I also thought that they dont wanna be my friend at all. I dont want to be an attention seeker, yet at the same time I seek for attention, if there's any.

I cant cook. I cant take care of myself well. I'm not pretty. I tried to be a circus, a whole circus, but maybe I better off as a clown. A clown that's so silly everyone hates them.

I'm not good at anything.

I said wanna die at 25.

Recently, I dont wanna die at 25. But now I want. What is it exactly? What am I looking for? Who am I telling this for?

For my own sake? For my own satisfaction?

I cried. But what are those tears for? For a mere thinking?

I cant cry at my grandma's death. I cant cry the moment I have to cry.

Do I really worth to life?

Having these negative thoughts makes me mad. How can I, who cant sympathize when my friend was depressed and had a tantrum, ask for advice? I dont like when my friend act depressed, yet I do the same. Am I really an attention seeker?

What is it?

Really, what the fuck is it?
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Malam!

Lama tidak berjumpa, kembali dengan kisah lama haha! Aku mau cerita tentang kejadian yang baru aja aku alamin, meski tanggalnya agak nggak pas karena pas aku post ini pasti tanggal 4 Februari 2023. Akan kuceritakan dari awal hehe.

Alkisah di suatu Kamis sore yang cerah, aku dan kelompok dietetik B yang terdiri atas inisial Yi Ra, Clara, dan Jay, dan kelompok dietetik C yang terdiri atas Chris dan Dyhan. Nah, kita ini ngerjain tugas di kontrakan punyanya Yi Ra, Chris, dan dua orang lainnya.

Aku 'ni sebenernya agak khawatir, kalau boleh jujur, soalnya aku ngerasa kalau aku bakal bau badan dan menciptakan suasana yang tidak menyenangkan buat mereka :(. Makanya selama di sana, aku berusaha sebisa mungkin nutupin baju dan badan AHAHAHHAHA [cries].

Oke to the point, hari ini paling berkesan banget sih buatku. Dyhan itu biasanya cold and distant gitu, tapi kali ini dia keliatan have fun dan ketawa terus haha. Terus ada juga Yi Ra. Yi Ra ini sebenernya crush dari temenku.


Yang tanpa kusadari juga crush-ku HAHAHA.

Bukan tanpa alasan sih. Mungkin bakal aku ceritain di lain waktu [kalo inget] NYAHAHA. Tapi karena temen-temenku taunya dia dan emang dia yang duluan suka, jadi yha :D Aku tetep support mereka kok, bahkan aku adalah awak kapal mereka yang selalu berusaha apabila ada tanda-tanda kapalnya mau karam :)

Selama nugas itu, Clara dan Yi Ra meng-carry kelompok dengan sangat amat. Harusnya aku sama Jay ngerjain diagnosis, tapi ternyata masih banyak yang harus direvisi, apalagi sama Yi Ra. Dan mereka diskusi panjaaang banget sampe jam 11 malem. Wow.

Banyak banget yang terjadi, mulai dari Insiden 2 Februari wkwkwkw, "Penyihir" dan "Vampir", perhitungan SMRS yang bikin diagnosis salah, nasgor kebuli yang super duper enak, nulis depan tapi bau tai, dan berbagai hal lainnya. Sejujurnya aku agak takut sih kalau ada ucapanku selama di situ yang menyakitkan hati karena aku asal ceplas-ceplos.

Semoga ga ada sih.

Itu aja kayaknya buat hari ini, aku bingung mau nulis apa lagi hohoho. Sampai jumpa~

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Current Status

active student at Nutrition Community IPB University 57

Categories

  • 1 Month Challenge
  • 1 Week Challenge
  • based on song
  • college life
  • copywriting
  • dailycurcol
  • depressive
  • dietetok
  • dragon raja
  • game
  • intro
  • kknt
  • OC
  • practicing
  • pubg
  • random thought(s)
  • rant
  • wibu life

recent posts

Facebook

Blog Archive

  • ►  2025 (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2024 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
  • ▼  2023 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juni (1)
    • ▼  Februari (3)
      • This Boy is So Unreal He Acts Like It's Just Anoth...
      • Yesterday, I Cooked - 021023
      • Kontrakan Stories - 020223
  • ►  2021 (2)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2020 (12)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates